|
PEMBERKASAN PERKARA Berkas perkara terdiri dari Bundel A dan Bundel B. Bundel A merupakan himpunan surat-surat yang terdiri dari: 1. Berkas perkara penyidik 2. Pelimpahan perkara dari dan Jaksa Penuntut Umum; 3. penetapan penunjukan Majelis Hakim serta Panitera Pengganti; 4. Penetapan hari sidang; 5. Relaas panggiIan; 6. Perintah/penetapan penahanan; 7. Penetapan ijin penyitaan (bila ada); 8. Penetapan ijin pengeledahan (bila ada); 9. surat kuasa Penasehat Hukum; 10. Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum; 11. Berita acara sidang. 12. Tuntutan pidana. 13. Pembelaan, replik, dan duplik. 14. Surat-surat bukti yang diajukan dalam persidangan (bila ada); 15. Surat-surat lainnya; Bundel A tersebut disimpan oleh Pengadilan Negeri dan menjadi arsip di Kepaniteraan Hukum. Dalam hal ada upaya hukum banding, Panitera menyiapkan berkas yang disebut "Bundel B". Bundel B merupakan himpunan surat-surat yang terdiri dari: 1. Surat permohonan banding; 2. Akta permohonan banding; 3. Akta pemberitahuan permohonan banding; 4. Memori banding; 5. Akta pemberitahuan dan penyerahan memori banding; 6. Kontra memori banding; 7. Akta pemberitahuan dan penyerahan kontra memori banding; 8. Surat pemberitahuan mempelajari berkas perkara; 9. Akta memeriksa berkas perkara (inzage); 10. Salinan putusan; 11. Surat-surat lainnya; Bundel B disimpan dan menjadi arsip di Kepaniteraan Hukum Pengadilan Tinggi. Dalam hal ada upaya hukum kasasi, Panitera menyiapkan bundel B. Bundel B merupakan himpunan surat -surat yang terdiri dari: 1. Daftar isi dan Surat pengantar; 2. Akta pemberitahuan putusan tingkat banding; 3. Akta permohonan pemeriksaan kasasi; 4. Akta pemberitahuan permohonan kasasi kepada termohon kasasi; 5. Memori kasasi/tambahan memori kasasi. 6. Akta penerimaan memori kasasi/tambahan memori kasasi. 7. a. Akta terlambat mengajukan permohonan kasasi, b. Akta tidak mengajukan memori kasasi, c. Akta terlambat mengajukan memori kasasi yang dibuat dan ditanda tangani oleh Panitera. 8. Akta pemberitahuan/penyerahan memori kasasi/tambahan memori kasasi kepada Termohon kasasi. 9. Kontra memori kasasi/tambahan kontra memori kasasi. 10. Akta pemberitahuan/penyerahan kontra memori/ tambahan kontra memori kasasi kepada pemohon kasasi. 11. Surat pemberitahuan mempelajari berkas perkara kepada Pemohon. 12. Dua eksemplar salinan resmi putusan tingkat pertama. 13. Dua eksemplar salinan resmi putusan tingkat banding. 14. Surat kuasa khusus untuk mengajukan kasasi dari terdakwa; 15. Surat-surat lainnya; Bundel B disimpan dan menjadi arsip Mahkamah Agung; Dalam hal ada upaya hukum peninjauan kembali Panitera menyiapkan Bundel B. Bundel B, yang berkaitan dengan adanya permohonan peninjauan kembali terdiri dari: 1. Surat keterangan permohonan Peninjauan Kembali yang ditandatangani oleh Panitera dan pemohon; 2. Surat permohonan Peninjauan Kembali disertai alasan-alasannya; 3. Salinan putusan Pengadilan Tingkat Pertama; 4. Salinan putusan Pengadilan- Tingkat Banding (bila ada); 5. Salinan putusan Mahkamah Agung (bila ada); 6. Berita Acara pemeriksaan dan Berita Acara pendapat ex pasal 265 KUHAP; 7. Surat-surat lainnya; Bundel B disimpan dan menjadi arsip Mahkamah Agung.
|